Habis Gelap Terbitlah Terang

Sebagian besar semua orang tidak akan percaya, kecuali teman semasa SMP dulu

Pada suatu hari mendapatkan sebuah kabar gembira akhirnya lulus dan masuk kejenjang SMP. Ingin berprestasi!
Hingga tiba saat ny memulai tahun ajaran baru, apa yang saya lakukan mengukir indah nya bermail game Point Blank di warnet. Tak ada satu pun tekat saya untuk berprestasi yang saya lakukan. Tersesat ke pergaulan genk-genk, berkata kasar maupun kotor, keras kepala, sudah tau salah masih berani mengacungkan tinju pula. Berpandangan kalau kita jadi bandel disekolah maka kita menjadi terkenal.

Semula menginginkan rank lima besar, akhirnya kesampaian di rank lima besar dari belakang, betapa sedih nya dulu. Kelas 1 SMP kulalui kehidupan disekolah seperti preman, bahkan kelas 2 SMP semester 1 pun saya masih sama seperti dikelas 1 SMP. Beruntung saya belum terjerumus ke jurang yang lebih dalam dan tak terlihat cahaya.

Berjalannya waktu saya pun tersadar bahwa ap yang saya lakukan adalah salah, saya menguatkan dan mengembalikan tekat yang dulu pernah saya buat yaitu berprestasi. Satu kalimat yang saya jadikan landasan “Mau jadi saya dimasa depan”. Tersadarlah saya sejak saat itu tak ada satu kata kasar pun yang keluar dari mulut saya, dapat dikatakan saya berubah 180′.

Namun apa daya saya yang dari dulu terkenal bandel, tak bisa berbuat banyak ingin bergabung dengan OSIS pun tak diperhitungkan. Penyesalan pun menghampiri saya. Tetapi dengan berubahnya saya, saya pun menjadi banyak teman dan pergaulan menjadi luas. Hingga akhirnya lulus dari tingkat SMP semula yang mendapatkan raport rank 23 dari 30, bisa berkembang menjadi rank 12 dari 30

Memasuki jenjang SMA. Inilah awal kebangkitan saya

Memilih SMK Jurusan Bisnis Program Keahlian Akuntansi menjadi pelabuhan saya setelah SMP.

Membawa sebuah tekat baru yang lebih kuat, namun setelah setengah semester belajar di SMK. Ternyata tak sesuai dengan apa yang saya bayangkan, diawal saya sangat kesulitan belajar akuntansi nilaipun mendapat pas-pasan dengan kriteria ketuntasan nilai. Hingga pada mid semester mendapatkan rank yang mengerikan yaitu 23 dari 30 siswa dan semester 1 mendapatkan 21 dari 30 siswa. Sebuah hasil yang amat rentang untuk mematahkan semangat.

Semester satu kulalui dengan hasil yang buruk, tiba lah pada saat pemilihan pengurus OSIS. Wali kelas ku menegaskan yang masuk peringkat 10 besar dan berniat menjadi OSIS akan lulu seleksi tahap 1, dengan hasil seperti itu saya pesimis bisa lolos dikarenakan saingannya pun banyak. Namun jodoh berkehendak lain akhirnya saya terpilih menjadi salah satu pengurus OSIS.

Disemester 2 kelas 1 saya lebih giat lagi belajar dan pada akhirnya saya bisa naik kelas dengan rank yang saya impikan dari SMP yaitu mendapatkan Rank 4 dari 30 siswa. Bersyukur sekali inilah pertama kali saya mendapatkan rank 5 besar, sebelumnya saya tak pernah mendapatkannya sejak SD. saya pun mampu bertahan hingga kelas 2 SMK.

Skrng saya kelas 3 SMK semoga dikelas 3 saya bisa mempertahankan nya dan lulus dengan nilai yang baik

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s